belajar menulis

Siapa yang merasa menulis itu sulit ?.

Menulis itu mudah banget. 

Asal tahu caranya. semua juga begitukan.

 Ini saya kutipkan tulisannya mba agus mita

Otak manusia memang suka mengkritik. Lihatlah acara-acara televisi: Banyak sekali orang mengkritik terhadap keadaan. Itu bukan berarti buruk, bahkan pemikiran kritis itu bagus untuk memberi masukan pada yang kurang.

Namun bila Anda membawa otak kritis Anda untuk menyalahkan apa yang baru Anda tulis, maka ini tidak bagus. Ia akan menghambat proses pembelajaran Anda. Ini akan memperlambat belajar menulis buku Anda, terutama bagi penulis pemula.

 

Misalnya Anda baru menulis satu paragraf, Anda melihat beberapa kata atau satu kalimat yang tidak enak dibaca, lalu Anda bilang dalam hati, “Ah… kalimat ini kurang tepat….” Sejurus kemudian Anda arahkan pena anda ke kalimat tersebut dan…. srat, sret, srot,… Anda coret.

Anda bikin lagi kalimat baru sebagai pengggantinya. Dan Anda melihat lagi terdapat kata yang kurang tepat pada kalimat lainnya, lalu Anda coret lagi… srot, sret, srat…

Anda menulis lagi paragraf berikutnya. Setelah itu Anda baca. Dan juga Anda renungkan, Anda resapi, Anda nikmati, Anda insafi… Ternyata Anda temui lagi kata atau kalimat yang kurang enak dibaca. Lalu Anda coret lagi. Begitulah seterusnya dan seterusnya.

Walhasil, Anda pusing sendiri dan hampir stres. Anda berkata dalam hati, “Mengapa aku sulit sekali menyelesaikan tulisanku?”

Apa Masalahnya?

Masalahnya adalah Anda terlalu ingin sempurna di awal. Padahal, kita tidak akan pernah sempurna melakukan sesuatu di awal. Tidak percaya?

Coba ingat-ingat di awal Anda belajar mengendarai sepeda motor, pasti sering jatuh bukan?

Ya, itu wajar karena Anda baru pertama kali belajar. Lalu bandingkan dengan keadaan sekarang ketika Anda sudah lancar bermotor, Anda hampir tidak pernah jatuh, bukan? (kecuali Anda ugal-ugalan dan karena memang sedang nasibnya begitu). Nah, itu artinya Anda harus salah dulu sebelum benar. Anda harus banyak try and error dulu, baru Anda bisa menemukan cara terbaik untuk bisa lancar bermotor.

Begitu juga dalam menulis, di awalnya anda akan merasakan susah sekali menulis. Namun bila Anda sering mengulang-ngulang, bila Anda rutin menulis setiap hari, pasti lama-lama akan mahir juga.

Masalahnya adalah, Anda tidak mau membangun kebiasaan di awal. Anda kurang mau menulis yang banyak dulu. Anda hanya mau keliatan bagus di awal. Anda ingin tulisan pertama Anda langsung menjadi tulisan yang enak dibaca. Anda ingin tulisan “Latihan” Anda menjadi tulisan terbaik Anda. Dan sayangnya anggapan seperti itu tidak pernah ada dalam kenyataan.

Untuk sampai pada kesuksesan dalam dunia penulisan, Anda jangan berpikir sempurna dulu.

Anda harus menulis yang banyak dulu, baru setelah Anda merasa cukup dan Anda telah sampai pada tahapan “selesai”, barulah Anda boleh mengedit tulisan Anda.

Maksud saya dengan istilah “selesai” adalah: setelah Anda menulis yang banyak dan didalam hati, Anda berkata, “Selesai”, barulah Anda boleh istirahat sejenak dan mulai mengedit dan mengkritisi tulisan Anda itu.

Dan ingat, jangan cepat-cepat ingin selesai, padahal masih banyak lagi ide  yang bisa Anda tulis. (Saya akan menulis tips dan trik mengembangkan ide tulisan pada lain kesempatan, insyaallah)

Sebenarnya, istilah “selesai”  bermakna “selesai sementara” bukan selesai benar-benar selesai padahal Anda harus menulis banyak halaman lagi misalnya.

Saya biasanya menggunakan istilah “selesai” untuk membantu saya menyudahi target halaman yang harus saya tulis hari itu. Ketika saya merasa “selesai”, itu artinya saya telah mencapai target menulis saya hari itu. Dan biasanya, saya menargetkan minimal dua lembar kertas A4 dalam sehari. Setelah itu, barulah saya mengedit tulisan saya.

Jadi, istilah “selesai” hanya alat bantu yang menunjukkan perasaan “cukup” untuk latihan menulis saya hari itu. Dan trik menulis seperti ini sangat efektif ketika saya terapkan diawal-awal penulisan saya.

Dan Anda juga boleh menggunakan cara saya, siapa tahu Anda berhasil. Dan tentu Anda juga bisa menggunakan istilah “selesai” untuk target menulis harian yang lebih banyak dari saya. Yang dengannya Anda bisa lebih lencar lagi menulis.

Yup, demikian dulu tips menulis kali ini. Semoga bermanfaat.

NAH ... begitu cara mudah menulis.

Saya tambahkan ...

Menulis itu selalu diawali oleh ide

temukan ide anda.

langsung tuliskan misal

anda melihat kucing, ada ide cara mengajar kucing bermain bola

dari idem itu anda dapat mengembangkan nya menjadi beberapa sinopsis, misalkan

kucing ku si belang kucing yang cerdas

disini anda bahas apa yang dimaksudkan dengan kucing cerdas

selain cerdas, anda bisa kembangkan

bulu kucing nan indah

darimana indahnya bulu kucing, bagaimana merawatnya aga selalu indah, akan lebih indah dan lucu kalau dia bisa bermain bola dengan ku

lalu anda baru masuk ke cara mengajari kucing bermain bola

langkahnya apa saja, lakukan tahap demi tahap, jelaskan sampai dia bisa bermain bola secara lincah dan menuruti perintah anda.

mudahkan. ketik saja apa yang anda ingin sampaikan jangan terlalu takut tulisan anda terbaca dengan buruk. Kalau anda mengalami kesulitan mendapatkan materinya silahkan cari bacaan tentang hal tersebut sehingga anda dapat menemukan tambahan materinya.